Biaya konstruksi mulai dari
SHINTA’S HOUSE, rumah tinggal 2 lantai dengan luas bangunan 111,5 m2 yang didesain di atas lahan berukuran 92 m2 dengan lebar lahan 7 m. Hunian ini didesain bergaya modern, minimalis, tropis. Area depan terdapat taman dan carport yang dapat menampung 1 mobil atau 4 motor. Pintu masuk utama berada di tengah hunian. Tatanan ruang pada lantai 1 terdapat ruang tamu, area bawah tangga yang dapat difungsikan sebagai kabinet, kamar tidur, toilet, dan dapur. Area belakang hunian terdapat teras dan taman belakang yang memiliki view danau. Di lantai 2, terdapat dua kamar tidur dengan 1 kamar mandi luar, musholla, serta ruang keluarga yang memiliki balkon di depan dan belakang hunian. Hunian ini didesain dengan konsep modern, minimalis, dan tropis. Tampak depan bangunan didominasi oleh penggunaan warna dinding abu-abu, material batu alam berwarna senada, dan bak tanaman berwarna coklat dengan kisi-kisi kayu yang berfungsi untuk mengurangi intensitas angin yang masuk ke dalam hunian. Bak tanaman juga diberikan pada balkon belakang rumah. Pagar yang sebagian besar menggunakan kisi kisi terbuka berfungsi untuk menghormati para tetangga yang tidak menggunakan pagar pada huniannya. Penggunaan atap berbentuk limasan menyesuaikan dengan bentuk atap rumah sekitar hunian.
SHINTA’S HOUSE, rumah tinggal 2 lantai dengan luas bangunan 111,5 m2 yang didesain di atas lahan berukuran 92 m2 dengan lebar lahan 7 m. Hunian ini didesain bergaya modern, minimalis, tropis. Area depan terdapat taman dan carport yang dapat menampung 1 mobil atau 4 motor. Pintu masuk utama berada di tengah hunian. Tatanan ruang pada lantai 1 terdapat ruang tamu, area bawah tangga yang dapat difungsikan sebagai kabinet, kamar tidur, toilet, dan dapur. Area belakang hunian terdapat teras dan taman belakang yang memiliki view danau. Di lantai 2, terdapat dua kamar tidur dengan 1 kamar mandi luar, musholla, serta ruang keluarga yang memiliki balkon di depan dan belakang hunian. Hunian ini didesain dengan konsep modern, minimalis, dan tropis. Tampak depan bangunan didominasi oleh penggunaan warna dinding abu-abu, material batu alam berwarna senada, dan bak tanaman berwarna coklat dengan kisi-kisi kayu yang berfungsi untuk mengurangi intensitas angin yang masuk ke dalam hunian. Bak tanaman juga diberikan pada balkon belakang rumah. Pagar yang sebagian besar menggunakan kisi kisi terbuka berfungsi untuk menghormati para tetangga yang tidak menggunakan pagar pada huniannya. Penggunaan atap berbentuk limasan menyesuaikan dengan bentuk atap rumah sekitar hunian.