Omah Gawe ( Tipe B )

Didesain oleh RZAP Design
1
Telah didownload 0 kali

Omah Gawe ( Tipe B )

Didesain oleh RZAP Design
1

Biaya konstruksi mulai dari

Rp290.000.000


Ukuran Lahan 5m x 11m
Lantai 2
Luas Lahan 55 m2
Kamar Tidur 1
Luas Bangunan 58 m2
Kamar Mandi 1
Gaya Desain Tradisional | Tropical
1
Taman
7.50 m
2
Toko
25.00 m
3
Dapur
3.60 m
4
Ruang Tamu
9.00 m
5
Toilet
2.40 m
6
Taman
5.00 m
7
Kamar Tidur
7.50 m
Struktur
Struktur Beton
Beton Bertulang

Struktur
Struktur Kayu
Kayu Jati/Bengkirai/Glugu

Lantai
Lantai Kayu
Kayu Jati/Bengkirai

Lantai
Lantai Ubin
Ubin 20/20 cm

Lantai
Lantai Keramik
Keramik 60/60 cm

Lantai
Lantai Tegel
Tegel 20/20 cm

Dinding
Dinding Bata Merah
Batu Bata

Dinding
Dinding Kayu
Kayu Jati

Dinding
Dinding Terakota
Bata Ekspos / Terakota Tile

Atap
Rangka Atap Kayu
Kayu Jati/Bengkirai/Glugu

Atap
Atap Genteng Tanah Liat
Genteng Tanah Liat

Pintu & Jendela
Kusen Kayu
Kayu Jati/Bengkirai/Glugu

Pintu & Jendela
Daun Pintu Kayu
Kayu Jati

Pintu & Jendela
Pintu PVC
Kusen & daun pintu PVC

Deskripsi

OMAH GAWE (TIPE B) merupakan rumah hunian terjangkau dengan luas bangunan 58 m², yang berdiri di atas lahan berukuran 5,00 × 11,00 m (55 m²). Hunian ini terdiri dari satu lantai dengan tambahan mezzanine, memadukan gaya tradisional Betawi dan tropis yang disesuaikan dengan iklim Indonesia. Desainnya mengutamakan efisiensi ruang sekaligus menyediakan area yang dapat mendukung kegiatan usaha maupun kebutuhan keluarga. Pada lantai utama terdapat ruang usaha yang cukup luas dan fleksibel untuk digunakan sebagai tempat berdagang, produksi, maupun aktivitas lainnya. Ruang keluarga, dapur, dan kamar mandi ditempatkan berdekatan dengan hubungan ruang yang terbuka, sehingga aktivitas sehari-hari lebih praktis dan ruang terasa lebih lega. Area depan dan belakang juga dilengkapi taman sebagai ruang hijau yang memberikan suasana lebih nyaman sekaligus mempercantik hunian. Area kamar tidur ditempatkan pada mezzanine, dengan dua kamar berukuran masing-masing sekitar 3 × 2,5 m. Mezzanine diakses melalui tangga yang berada di area ruang usaha atau produksi, sehingga pemanfaatan lantai utama tetap maksimal. Penataan ini memungkinkan ruang terbatas digunakan secara lebih efisien tanpa mengurangi fungsi utama rumah. Tampilan eksterior terinspirasi dari rumah adat Betawi dengan bentuk atap yang dibuat lebih tinggi dan dilengkapi ornamen lisplang gigi balang untuk memperkuat karakter lokal. Atap dibuat menjorok keluar untuk membantu melindungi bangunan dari tampias hujan, sementara ventilasi pada bagian atap mendukung sirkulasi udara di dalam rumah. Perpaduan material lokal, elemen hijau, dan karakter tropis menghasilkan hunian yang sederhana, fungsional, dan tetap memiliki identitas tradisional.

OMAH GAWE (TIPE B) merupakan rumah hunian terjangkau dengan luas bangunan 58 m², yang berdiri di atas lahan berukuran 5,00 × 11,00 m (55 m²). Hunian ini terdiri dari satu lantai dengan tambahan mezzanine, memadukan gaya tradisional Betawi dan tropis yang disesuaikan dengan iklim Indonesia. Desainnya mengutamakan efisiensi ruang sekaligus menyediakan area yang dapat mendukung kegiatan usaha maupun kebutuhan keluarga. Pada lantai utama terdapat ruang usaha yang cukup luas dan fleksibel untuk digunakan sebagai tempat berdagang, produksi, maupun aktivitas lainnya. Ruang keluarga, dapur, dan kamar mandi ditempatkan berdekatan dengan hubungan ruang yang terbuka, sehingga aktivitas sehari-hari lebih praktis dan ruang terasa lebih lega. Area depan dan belakang juga dilengkapi taman sebagai ruang hijau yang memberikan suasana lebih nyaman sekaligus mempercantik hunian. Area kamar tidur ditempatkan pada mezzanine, dengan dua kamar berukuran masing-masing sekitar 3 × 2,5 m. Mezzanine diakses melalui tangga yang berada di area ruang usaha atau produksi, sehingga pemanfaatan lantai utama tetap maksimal. Penataan ini memungkinkan ruang terbatas digunakan secara lebih efisien tanpa mengurangi fungsi utama rumah. Tampilan eksterior terinspirasi dari rumah adat Betawi dengan bentuk atap yang dibuat lebih tinggi dan dilengkapi ornamen lisplang gigi balang untuk memperkuat karakter lokal. Atap dibuat menjorok keluar untuk membantu melindungi bangunan dari tampias hujan, sementara ventilasi pada bagian atap mendukung sirkulasi udara di dalam rumah. Perpaduan material lokal, elemen hijau, dan karakter tropis menghasilkan hunian yang sederhana, fungsional, dan tetap memiliki identitas tradisional.

Konsultasi Gratis
Butuh konsultasi dan modifikasi desain hunian Anda

Wishlist
Unduh Gratis Beli Sekarang
Telah didownload 0 kali
Konsultasi Gratis
Butuh konsultasi dan modifikasi desain hunian Anda
Rekomendasi Desain
Lihat Semua

Rekomendasi Desain