Biaya konstruksi mulai dari
OMAH AYEM (TIPE A) merupakan rumah tinggal di kawasan pesisir dengan luas bangunan 40,80 m², yang berdiri di atas lahan berukuran 5,00 × 12,00 m (60 m²). Hunian ini mengusung konsep rumah tumbuh dengan gaya kontekstual dan tropis, sehingga dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan penghuni dan kemampuan biaya pembangunan. Area utama rumah ditata sederhana dan efisien. Bagian depan memiliki lahan hijau yang cukup luas dan disiapkan sebagai area pengembangan rumah pada tahap berikutnya. Ruang dalam menggabungkan fungsi ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur dalam satu area sehingga aktivitas sehari-hari terasa lebih praktis. Di sisi dapur terdapat kamar mandi, sedangkan bagian belakang dilengkapi halaman yang dapat digunakan sebagai area jemur. Kamar tidur utama memiliki bukaan jendela yang tinggi untuk memberikan pandangan ke halaman sekaligus membantu sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Akses menuju mezzanine berada di samping kamar mandi, sehingga ruang tambahan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan penghuni tanpa mengganggu fungsi ruang utama. Tampilan eksterior memadukan bentuk geometris dengan atap pelana yang sesuai untuk merespons iklim tropis. Penggunaan material lokal, warna-warna cerah, serta bukaan yang mendukung hubungan antara ruang dalam dan luar memberikan karakter yang sederhana dan hangat. Konsep rumah tumbuh menjadikan Omah Ayem sebagai hunian yang dapat berkembang mengikuti kebutuhan keluarga dari waktu ke waktu.
OMAH AYEM (TIPE A) merupakan rumah tinggal di kawasan pesisir dengan luas bangunan 40,80 m², yang berdiri di atas lahan berukuran 5,00 × 12,00 m (60 m²). Hunian ini mengusung konsep rumah tumbuh dengan gaya kontekstual dan tropis, sehingga dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan penghuni dan kemampuan biaya pembangunan. Area utama rumah ditata sederhana dan efisien. Bagian depan memiliki lahan hijau yang cukup luas dan disiapkan sebagai area pengembangan rumah pada tahap berikutnya. Ruang dalam menggabungkan fungsi ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur dalam satu area sehingga aktivitas sehari-hari terasa lebih praktis. Di sisi dapur terdapat kamar mandi, sedangkan bagian belakang dilengkapi halaman yang dapat digunakan sebagai area jemur. Kamar tidur utama memiliki bukaan jendela yang tinggi untuk memberikan pandangan ke halaman sekaligus membantu sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Akses menuju mezzanine berada di samping kamar mandi, sehingga ruang tambahan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan penghuni tanpa mengganggu fungsi ruang utama. Tampilan eksterior memadukan bentuk geometris dengan atap pelana yang sesuai untuk merespons iklim tropis. Penggunaan material lokal, warna-warna cerah, serta bukaan yang mendukung hubungan antara ruang dalam dan luar memberikan karakter yang sederhana dan hangat. Konsep rumah tumbuh menjadikan Omah Ayem sebagai hunian yang dapat berkembang mengikuti kebutuhan keluarga dari waktu ke waktu.