Biaya konstruksi mulai dari
NELAYAN INDAH (TIPE B) merupakan rumah tinggal dengan sistem split level/panggung dan luas bangunan 73,50 m², yang berdiri di atas lahan berukuran 12,50 × 10,00 m (125 m²). Hunian ini memadukan prinsip rumah tradisional Melayu Deli dengan gaya tropis, sehingga menciptakan rumah yang fungsional, nyaman, sekaligus sesuai dengan karakter lingkungan masyarakat nelayan. Pada lantai dasar terdapat akses tangga menuju lantai split, ruang simpan ikan, kamar mandi, ruang cuci, dan dapur. Area belakang lantai dasar dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk berbagai aktivitas komunal. Dapur juga terhubung dengan tangga menuju lantai atas dan dirancang dengan konsep rumah tumbuh, sehingga dapat dikembangkan menjadi warung atau kedai untuk mendukung aktivitas ekonomi keluarga. Lantai atas memiliki teras yang dapat digunakan untuk menerima tamu, serta ruang tengah yang diapit oleh dua kamar tidur, yaitu kamar utama dan kamar anak. Hubungan antar lantai dibuat melalui tangga sehingga aktivitas di dapur dan area komunal tetap mudah dijangkau. Bukaan jendela pada ruang-ruang atas membantu memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami sekaligus memberikan pemandangan ke lingkungan sekitar. Tampilan eksterior mengadaptasi karakter rumah tradisional Melayu Deli melalui ornamen lokal berwarna kuning yang dipadukan dengan elemen tropis. Struktur bawah menggunakan beton bertulang, sedangkan bagian atas menggunakan material kayu yang lebih ringan dan ekonomis. Orientasi bangunan yang memanjang juga membantu mengurangi paparan sinar matahari langsung, sehingga hunian terasa lebih nyaman untuk aktivitas sehari-hari.
NELAYAN INDAH (TIPE B) merupakan rumah tinggal dengan sistem split level/panggung dan luas bangunan 73,50 m², yang berdiri di atas lahan berukuran 12,50 × 10,00 m (125 m²). Hunian ini memadukan prinsip rumah tradisional Melayu Deli dengan gaya tropis, sehingga menciptakan rumah yang fungsional, nyaman, sekaligus sesuai dengan karakter lingkungan masyarakat nelayan. Pada lantai dasar terdapat akses tangga menuju lantai split, ruang simpan ikan, kamar mandi, ruang cuci, dan dapur. Area belakang lantai dasar dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk berbagai aktivitas komunal. Dapur juga terhubung dengan tangga menuju lantai atas dan dirancang dengan konsep rumah tumbuh, sehingga dapat dikembangkan menjadi warung atau kedai untuk mendukung aktivitas ekonomi keluarga. Lantai atas memiliki teras yang dapat digunakan untuk menerima tamu, serta ruang tengah yang diapit oleh dua kamar tidur, yaitu kamar utama dan kamar anak. Hubungan antar lantai dibuat melalui tangga sehingga aktivitas di dapur dan area komunal tetap mudah dijangkau. Bukaan jendela pada ruang-ruang atas membantu memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami sekaligus memberikan pemandangan ke lingkungan sekitar. Tampilan eksterior mengadaptasi karakter rumah tradisional Melayu Deli melalui ornamen lokal berwarna kuning yang dipadukan dengan elemen tropis. Struktur bawah menggunakan beton bertulang, sedangkan bagian atas menggunakan material kayu yang lebih ringan dan ekonomis. Orientasi bangunan yang memanjang juga membantu mengurangi paparan sinar matahari langsung, sehingga hunian terasa lebih nyaman untuk aktivitas sehari-hari.