Omah Djemoer (Tipe A)

Didesain oleh RZAP Design
3
Telah didownload 0 kali

Omah Djemoer (Tipe A)

Didesain oleh RZAP Design
3

Biaya konstruksi mulai dari

Rp209.500.000


Ukuran Lahan 5m x 9m
Lantai 2
Luas Lahan 45 m2
Kamar Tidur 2
Luas Bangunan 42 m2
Kamar Mandi 1
Gaya Desain Tradisional | Tropical
1
Ruang Jemur
38.00 m
2
Carport
13.35 m
3
Dapur
27.00 m
4
Ruang Tamu
10.50 m
5
Kamar Tidur
3.00 m
6
Ruang Cuci Jemur
11.50 m
7
Toilet
11.50 m
8
Kamar Tidur
12.00 m
Struktur
Struktur Beton
Beton Bertulang

Lantai
Lantai Keramik
Keramik 60/60 cm

Lantai
Lantai Carport Paving Block
Paving block

Dinding
Dinding Bata Merah
Batu Bata

Dinding
Plesteran Dinding
Portland Cement 1pc : 5ps

Dinding
Acian Dinding
Portland Cement

Dinding
Cat Dinding
Cat Interior / Eksterior

Dinding
Dinding Batu Alam
Batu Alam

Dinding
Dinding Roster
Roster tanah liat/beton

Plafon
Rangka Plafond Hollow
Hollow 2/4 dan 4/4 cm

Plafon
Plafond Gypsum
Gypsumboard 9 mm

Atap
Rangka Atap Kayu
Kayu Jati/Bengkirai/Glugu

Atap
Atap Genteng Beton
Genteng Beton

Pintu & Jendela
Kusen Aluminium
Aluminium 4"

Pintu & Jendela
Daun Pintu Aluminium
Aluminium 4"

Pintu & Jendela
Daun Jendela Aluminium
Aluminium 4" + kaca

Pintu & Jendela
Pintu PVC
Kusen & daun pintu PVC

Deskripsi

OMAH DJEMOER (TIPE A) merupakan rumah tinggal dengan luas bangunan 41,90 m² yang berdiri di atas lahan berukuran 5,00 × 9,00 m (45 m²). Hunian ini memiliki 1 lantai dengan mezzanine, 2 kamar tidur, dan 1 kamar mandi. Desainnya merespons karakter kawasan kampung nelayan yang aktivitas sehari-harinya banyak berkaitan dengan nelayan dan penjual ikan. Tatanan ruang dirancang untuk mendukung aktivitas penghuni sekaligus menyesuaikan keterbatasan lahan. Area depan memiliki akses menuju ruang tamu dan kamar tidur, sementara area belakang dilengkapi gudang, dapur, area cuci dan jemur, serta kamar mandi. Mezzanine menjadi tambahan ruang yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan, sehingga hunian tetap terasa fungsional meskipun berada di lahan yang terbatas. Salah satu elemen utama desain adalah jendela kisi-kisi dengan sistem engsel putar. Bukaan ini dapat digunakan sebagai tempat menjemur ikan tanpa harus menggunakan area jalan di depan rumah. Konsep tersebut menjadikan elemen bangunan lebih fleksibel dan mampu mendukung aktivitas khas masyarakat kampung nelayan. Tampilan eksterior menggabungkan karakter vernakular dengan material yang sederhana dan mudah dikerjakan. Bagian depan didominasi dinding unfinished sebagai respons terhadap karakter lingkungan kampung, sementara atap menggunakan struktur kayu yang dilapisi genteng. Konstruksi utama menggunakan beton pracetak untuk membantu memudahkan proses pengerjaan, sehingga rumah tetap fungsional, sederhana, dan sesuai dengan konteks lingkungan nelayan.

OMAH DJEMOER (TIPE A) merupakan rumah tinggal dengan luas bangunan 41,90 m² yang berdiri di atas lahan berukuran 5,00 × 9,00 m (45 m²). Hunian ini memiliki 1 lantai dengan mezzanine, 2 kamar tidur, dan 1 kamar mandi. Desainnya merespons karakter kawasan kampung nelayan yang aktivitas sehari-harinya banyak berkaitan dengan nelayan dan penjual ikan. Tatanan ruang dirancang untuk mendukung aktivitas penghuni sekaligus menyesuaikan keterbatasan lahan. Area depan memiliki akses menuju ruang tamu dan kamar tidur, sementara area belakang dilengkapi gudang, dapur, area cuci dan jemur, serta kamar mandi. Mezzanine menjadi tambahan ruang yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan, sehingga hunian tetap terasa fungsional meskipun berada di lahan yang terbatas. Salah satu elemen utama desain adalah jendela kisi-kisi dengan sistem engsel putar. Bukaan ini dapat digunakan sebagai tempat menjemur ikan tanpa harus menggunakan area jalan di depan rumah. Konsep tersebut menjadikan elemen bangunan lebih fleksibel dan mampu mendukung aktivitas khas masyarakat kampung nelayan. Tampilan eksterior menggabungkan karakter vernakular dengan material yang sederhana dan mudah dikerjakan. Bagian depan didominasi dinding unfinished sebagai respons terhadap karakter lingkungan kampung, sementara atap menggunakan struktur kayu yang dilapisi genteng. Konstruksi utama menggunakan beton pracetak untuk membantu memudahkan proses pengerjaan, sehingga rumah tetap fungsional, sederhana, dan sesuai dengan konteks lingkungan nelayan.

Konsultasi Gratis
Butuh konsultasi dan modifikasi desain hunian Anda

Wishlist
Unduh Gratis Beli Sekarang
Telah didownload 0 kali
Konsultasi Gratis
Butuh konsultasi dan modifikasi desain hunian Anda
Rekomendasi Desain
Lihat Semua

Rekomendasi Desain