Biaya konstruksi mulai dari
HALF HOUSE merupakan rumah tinggal 1 lantai dengan luas bangunan 25,15 m², yang dirancang di atas lahan berukuran 5,00 × 10,00 m (50 m²). Hunian ini memadukan gaya Skandinavian, modern, dan tropis, dengan konsep sederhana dan fungsional yang memaksimalkan kenyamanan pada lahan berukuran kompak. Area depan dilengkapi teras dan taman yang cukup luas, menciptakan transisi yang nyaman antara ruang luar dan ruang dalam. Lantai 1 terdiri dari ruang tamu, ruang makan dan dapur, 1 kamar tidur, 1 toilet, serta teras samping. Penataan ruang dibuat efisien dengan area ruang tamu yang terhubung langsung dengan ruang makan dan dapur, sehingga aktivitas sehari-hari terasa lebih praktis dan ruang dalam tetap terasa lega. Kamar tidur ditempatkan pada bagian belakang rumah untuk memberikan suasana yang lebih tenang dan privat. Sementara itu, teras samping dapat dimanfaatkan sebagai area bersantai sekaligus memberikan akses langsung ke ruang luar. Taman yang mengelilingi sebagian rumah juga membantu menciptakan suasana hijau dan sejuk. Tampilan eksterior didominasi warna putih, aksen kayu, dinding bertekstur, serta atap miring berwarna gelap yang menjadi elemen utama desain. Bukaan dan kisi-kisi kayu memberikan karakter hangat sekaligus mendukung pencahayaan alami. Vegetasi yang melimpah di area depan dan samping semakin memperkuat nuansa tropis, sehingga rumah terasa asri, terang, sederhana, dan nyaman untuk ditinggali.
HALF HOUSE merupakan rumah tinggal 1 lantai dengan luas bangunan 25,15 m², yang dirancang di atas lahan berukuran 5,00 × 10,00 m (50 m²). Hunian ini memadukan gaya Skandinavian, modern, dan tropis, dengan konsep sederhana dan fungsional yang memaksimalkan kenyamanan pada lahan berukuran kompak. Area depan dilengkapi teras dan taman yang cukup luas, menciptakan transisi yang nyaman antara ruang luar dan ruang dalam. Lantai 1 terdiri dari ruang tamu, ruang makan dan dapur, 1 kamar tidur, 1 toilet, serta teras samping. Penataan ruang dibuat efisien dengan area ruang tamu yang terhubung langsung dengan ruang makan dan dapur, sehingga aktivitas sehari-hari terasa lebih praktis dan ruang dalam tetap terasa lega. Kamar tidur ditempatkan pada bagian belakang rumah untuk memberikan suasana yang lebih tenang dan privat. Sementara itu, teras samping dapat dimanfaatkan sebagai area bersantai sekaligus memberikan akses langsung ke ruang luar. Taman yang mengelilingi sebagian rumah juga membantu menciptakan suasana hijau dan sejuk. Tampilan eksterior didominasi warna putih, aksen kayu, dinding bertekstur, serta atap miring berwarna gelap yang menjadi elemen utama desain. Bukaan dan kisi-kisi kayu memberikan karakter hangat sekaligus mendukung pencahayaan alami. Vegetasi yang melimpah di area depan dan samping semakin memperkuat nuansa tropis, sehingga rumah terasa asri, terang, sederhana, dan nyaman untuk ditinggali.