Biaya konstruksi mulai dari
RUMAH SASIRANGAN (TIPE A) merupakan rumah huni sederhana dengan luas bangunan 66,00 m² yang dirancang di atas lahan 198,00 m². Hunian ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kampung Sasirangan, Banjarmasin, sekaligus mengakomodasi aktivitas produksi dan penjualan kain sasirangan. Konsep tropis, tradisional, dan lokal diterapkan agar rumah tetap nyaman sekaligus mendukung kegiatan ekonomi keluarga. Area depan dilengkapi carport, teras, serta ruang display yang dapat digunakan untuk memajang dan menjual kain sasirangan. Ruang display terdiri dari beberapa area yang dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan pemilik. Di dalam rumah terdapat ruang tamu, ruang keluarga, 2 kamar tidur, dapur, ruang laundry, serta kamar mandi/WC. Area belakang dilengkapi teras dan ruang jemur kain yang mendukung aktivitas produksi sasirangan. Material kayu ulin bekas digunakan sebagai salah satu material utama karena relatif ekonomis dan memiliki ketahanan yang baik terhadap pelapukan, air, api, serta hama seperti rayap. Penggunaan material tersebut memberikan karakter natural sekaligus menghadirkan suasana hangat pada ruang-ruang hunian. Tampilan eksterior memadukan material kayu, warna-warna natural, bukaan kaca yang luas, serta atap limasan dengan tritisan lebar. Atap ini memberikan karakter tradisional sekaligus membantu melindungi bangunan dari panas dan hujan. Perpaduan ruang hunian, area usaha, material lokal, dan elemen tropis menjadikan rumah ini fungsional untuk tempat tinggal sekaligus mendukung kegiatan ekonomi keluarga.
RUMAH SASIRANGAN (TIPE A) merupakan rumah huni sederhana dengan luas bangunan 66,00 m² yang dirancang di atas lahan 198,00 m². Hunian ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kampung Sasirangan, Banjarmasin, sekaligus mengakomodasi aktivitas produksi dan penjualan kain sasirangan. Konsep tropis, tradisional, dan lokal diterapkan agar rumah tetap nyaman sekaligus mendukung kegiatan ekonomi keluarga. Area depan dilengkapi carport, teras, serta ruang display yang dapat digunakan untuk memajang dan menjual kain sasirangan. Ruang display terdiri dari beberapa area yang dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan pemilik. Di dalam rumah terdapat ruang tamu, ruang keluarga, 2 kamar tidur, dapur, ruang laundry, serta kamar mandi/WC. Area belakang dilengkapi teras dan ruang jemur kain yang mendukung aktivitas produksi sasirangan. Material kayu ulin bekas digunakan sebagai salah satu material utama karena relatif ekonomis dan memiliki ketahanan yang baik terhadap pelapukan, air, api, serta hama seperti rayap. Penggunaan material tersebut memberikan karakter natural sekaligus menghadirkan suasana hangat pada ruang-ruang hunian. Tampilan eksterior memadukan material kayu, warna-warna natural, bukaan kaca yang luas, serta atap limasan dengan tritisan lebar. Atap ini memberikan karakter tradisional sekaligus membantu melindungi bangunan dari panas dan hujan. Perpaduan ruang hunian, area usaha, material lokal, dan elemen tropis menjadikan rumah ini fungsional untuk tempat tinggal sekaligus mendukung kegiatan ekonomi keluarga.