Biaya konstruksi mulai dari
WALE PINA’PALUSAN (TIPE B) merupakan rumah tinggal 1 lantai dengan luas bangunan 43,35 m², yang berdiri di atas lahan berukuran 9 × 13 m (117 m²). Hunian ini memadukan karakter tradisional, tropis, dan natural dengan dominasi material kayu serta bangunan yang ditinggikan dari permukaan tanah. Konsep tersebut menciptakan suasana hangat sekaligus memberikan kenyamanan yang sesuai dengan lingkungan tropis. Area depan dilengkapi halaman dan teras sebagai ruang transisi menuju rumah. Teras menggunakan railing kayu yang memperkuat karakter tradisional bangunan, sementara akses menuju rumah menggunakan tangga dari sisi depan. Bagian bawah bangunan dibuat terbuka dan dapat dimanfaatkan sebagai garasi motor maupun area servis, sehingga ruang yang tersedia dapat digunakan secara lebih fleksibel sesuai kebutuhan penghuni. Tatanan ruang terdiri dari ruang tamu, ruang makan, dapur, 2 kamar tidur, dan kamar mandi. Ruang tamu berada di bagian depan dan terhubung dengan teras, sedangkan ruang makan dan dapur ditempatkan di bagian tengah hingga belakang dengan hubungan ruang yang sederhana dan fungsional. Dua kamar tidur berada di sisi bangunan dengan bukaan yang membantu menghadirkan cahaya dan udara alami ke dalam ruang. Tampilan eksterior didominasi material kayu pada dinding, kusen, dan struktur, dipadukan dengan atap seng bertritisan lebar serta elemen beton pada bagian bawah bangunan. Bentuk rumah yang ditinggikan memberikan ruang terbuka di bawah hunian sekaligus membantu menjaga area rumah dari kelembapan tanah. Perpaduan teras terbuka, material natural, atap lebar, dan lingkungan hijau memperkuat karakter Wale Pina’Palusan sebagai hunian tradisional yang nyaman dan selaras dengan alam.
WALE PINA’PALUSAN (TIPE B) merupakan rumah tinggal 1 lantai dengan luas bangunan 43,35 m², yang berdiri di atas lahan berukuran 9 × 13 m (117 m²). Hunian ini memadukan karakter tradisional, tropis, dan natural dengan dominasi material kayu serta bangunan yang ditinggikan dari permukaan tanah. Konsep tersebut menciptakan suasana hangat sekaligus memberikan kenyamanan yang sesuai dengan lingkungan tropis. Area depan dilengkapi halaman dan teras sebagai ruang transisi menuju rumah. Teras menggunakan railing kayu yang memperkuat karakter tradisional bangunan, sementara akses menuju rumah menggunakan tangga dari sisi depan. Bagian bawah bangunan dibuat terbuka dan dapat dimanfaatkan sebagai garasi motor maupun area servis, sehingga ruang yang tersedia dapat digunakan secara lebih fleksibel sesuai kebutuhan penghuni. Tatanan ruang terdiri dari ruang tamu, ruang makan, dapur, 2 kamar tidur, dan kamar mandi. Ruang tamu berada di bagian depan dan terhubung dengan teras, sedangkan ruang makan dan dapur ditempatkan di bagian tengah hingga belakang dengan hubungan ruang yang sederhana dan fungsional. Dua kamar tidur berada di sisi bangunan dengan bukaan yang membantu menghadirkan cahaya dan udara alami ke dalam ruang. Tampilan eksterior didominasi material kayu pada dinding, kusen, dan struktur, dipadukan dengan atap seng bertritisan lebar serta elemen beton pada bagian bawah bangunan. Bentuk rumah yang ditinggikan memberikan ruang terbuka di bawah hunian sekaligus membantu menjaga area rumah dari kelembapan tanah. Perpaduan teras terbuka, material natural, atap lebar, dan lingkungan hijau memperkuat karakter Wale Pina’Palusan sebagai hunian tradisional yang nyaman dan selaras dengan alam.